Everyone I know is either on a committed relationship --or at least getting there, or getting married, or waiting on his/her first child. Here I am wandering the age-old question, am I really that not lovable?
mengacu pada Teori Gelombang yang saya presentasikan beberapa minggu lalu, sampel yang ada di lapangan memang menunjukkan gejala keresahan yang mendalam jika tidak memiliki pasangan -baik tetap maupun sementara-.
50% dari mereka merasakan gejala 'pasangan nyebelin' dan komplikasi perasaan akibat kegundahan dan posesif berlebihan setelah berhubungan lebih dari 1 bulan.
ternyata sendiri maupun berdua sama pusingnya, jeng. enaknya si rame rame tapi jangan geng beng.
Jeng, saya sebagai seseorang yang puluhan tahun terakhir (alamakjang) belum pernah hidup di dunia nyata emang perlu meracu ke Teori Gelombang tsb. Sumpah, top abis.
Tapi sebenernya yang saya pertanyakan adalah apakah saya ini termasuk yang bukan "Lovable Type". Soalnya kebanyakan kejadian, sebelum saya sampe terkena gejala " 'pasangan nyebelin' dan komplikasi perasaan akibat kegundahan dan posesif berlebihan", dia yang berada di ujung perahu satunya udah keburu menceburkan diri ke lautan meninggalkan saya sendirian. Waduh, saya kedengerannya terlalu mengiba-iba ya, huek huek.
Oh ya, para pria, ayo dong keluarkan pendapat kalian tentang TG.
Pak Dodol, B$^&-@#$% itu termasuk kata-kata yang nggak boleh disebut di blog ini, kecuali kalo saya dikirimin sekotak. Susah nyarinya soalnya...